workshop-konservasi-bahan-perpustakaan-naskah-kuno-perpusnas-cara-pelestarian-bahan-perpustakaan-1
Feature

Workshop Konservasi Bahan Perpustakaan & Naskah Kuno Perpusnas: Cara Pelestarian Bahan Perpustakaan

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Salah satu kegiatan Perpustakaan Nasional adalah sebagai pusat pelestarian koleksi perpustakaan. Atas dasar tersebut Taman bacaan nasional sebagai pembina dalam bidang pelestarian bahan perpustakaan perlu melakukan kegiatan pengekalan kandungan atau isi bahan bahan perpustakaan melalui kegiatan alih media.  

Dan sebagai jalan meningkatkan pemahaman pentingnya pengekalan dokumen sejarah dan kebudayaan bangsa, Pusat Preservasi Taman bacaan Nasional Kembali menghadirkan webinar dan workshop Konservasi Tujuan Perpustakaan dan Naskah Kuno yang digelar secara daring pada (28/4). Kegiatan webinar dan workshop ini adalah rangkaian seminar Pelestarian Objek Perpustakaan dan Naskah Antik “Pentingnya Pelestarian Dokumenter Sejarah Peradaban Bangsa” yang sebelumnya digelar pekan lalu.

Baca Juga: Perpusnas Beberkan Literasi Siap Pulihkan Ekonomi dan Perombakan Sosial

Selain menghadirkan narasumber yang ahli di dalam alih media digital di dalam sesi panel diantaranya Novi Murdiyanti Subkoordinator Mikrofilm serta Digital Perpustakaan Perpusnas, Muhammad Nida Fadlan Data Manager DREAM SEA, dan Yogi Hartono Digital Aset Manager Cable Network News CNN Indonesia, Pusat Preservasi Perpusnas juga menyelenggarakan workshop pengekalan fisik dan pelestarian informasi  bahan pustaka secara daring yang dipandu para pengalih media yang bertugas pada Laboratorium Pusat Preservasi & Alih Media Bahan Wacana Perpusnas.

Hadir pula dalam kegiatan itu Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Data, Ofy Sofiana yang menuturkan bahwa pelestarian koleksi memegang peranan penting terutama untuk koleksi yang memiliki poin historis tinggi, hanya tunggal, dan terancam rusak ataupun punah, serta kemungkinan jatuh kandungan informasinya.

“Alih media media mampu diartikan sebagai penyelamatan kandungan atau isi informasi dibanding sebuah koleksi ke di dalam bentuk lainnya atau pada bentuk digital baik dengan dimiliki oleh masyarakat maupun individu atau perorangan bahkan juga dimiliki oleh institusi, ” terangnya.

Dengan merawat dan menyembunyikan bahan perpustakaan, selain untuk melindungi pengetahuan didalamnya, serupa memastikan para pemustaka bisa memanfaatkannya dengan nyaman. Ofy juga menyampaikan Perpustakaan Nasional mengajak seluruh elemen bangsa melestarikan koleksi yang telah langka dan memiliki jumlah sejarah dalam rangka melestarikan budaya bangsa.  

“Webinar kesempatan ini merupakan sekaligus mensosialisasikan pedoman alih media naskah kuno jadi pembekalan pengetahuan praktis pada melakukan alih media secara mudah dengan sumber gaya yang tersedia. Harapan kami agar masyarakat semakin ingat dengan keberadaan naskah kuno sekaligus dapat merawatnya secara baik, ” imbuh Ofy.

Bahan perpustakaan merupakan lengah sumber pengetahuan menuju masyarakat dengan peradaban tinggi. Keterangan di dalamnya bermanfaat pada meningkatkan kesejahteraan, mengembangkan teknologi, refleksi perjuangan kehidupan keturunan menuju Indonesia adil rani dan sejahtera.