tak-bisa-hadirkan-principal-di-persidangan-gugatan-fara-luwia-gagal-1
Feature

Tidak Bisa Hadirkan Principal dalam Persidangan, Gugatan Fara Luwia Gagal

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Sesi kasus gugatan Fara Luwia, pendiri PT Lumbung Pari Indonesia gagal. Pasalnya, bagian tergugat I PT Sentratama Niaga Indonesia (SNI), tergugat II PT Natura Wahana Gemilang (NWG) gagal membawa decision maker (principal) per yakni Wilmar Group, demi induk usaha mereka.

Sebagaimana jadwal persidangan, pada Kamis (29/4/2021) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menerapkan sidang gugatan Fara Luwia terhadap PT SNI, PT NWG dan PT LPI terkait pengambilalihan saham secara tidak sah dan melawan hukum.  

Dalam proses persidangan tersebut, setelah pemeriksaan dokumen selesai dilakukan, Majelis Hakim mempersilahkan para pihak untuk masuk ke agenda sidang berikutnya yakni mediasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Istimewa.

Namun demikian, proses mediasi terganjal lantaran Wilmar Group selaku prinsipal dari para-para tergugat tidak dapat dihadirkan di persidangan, sedangkan pengaruh hukum pihak PT SNI dan PT NWG tidak mampu mengambil keputusan apapun dalam proses mediasi.  

‚ÄúTerus benar harus kami sampaikan kalau pihak tergugat tidak me proses hukum yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena pihak PT SNI dan PT NWG tidak dapat membawa decision maker (principal) mereka yakni, Wilmar Group. Real dari pihak kami telah menghadirkan decision maker (principal) yakni Ibu Fara Luwia langsung di ruang persidangan, terlebih lagi gugatan saya sudah terdaftar sejak tanggal 26 Maret 2021, seharusnya dari pihak Wilmar Group sudah mengetahui adanya gugatan yang kami ajukan, akan tetapi pada hari tersebut pihak Wilmar Group tak juga hadir menurut pengaruh hukum mereka” kata Melky Pranata Koedoeboen, Kuasa Asas Fara Luwia, seusai persidangan.  

Menurut Melky, asalkan Wilmar Group selaku decision maker (principal) dapat dihadirkan di persidangan, sejatinya metode mediasi dapat berlangsung secara lancar.