hilangnya-nama-pendiri-nu-fadli-zon-geram-ke-kementerian-nadiem-investigasi-1
Feature

Hilangnya Nama Pendiri NU, Fadli Zon Geram ke Kementerian Nadiem: Investigasi!

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Anggota DPR dari Fraksi Kelompok Gerindra, Fadli Zon, meradang. Dia mendesak agar dilakukan investigasi atas hilangnya nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari dalam Kamus Sejarah Indonesia Bagian I yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Fadli Zon tidak habis pikir dengan jalan apa sosok sekaliber Hadaratissyaikh Hasyim Asyari menghilang dari sendi tersebut. Dia menduga tersedia yang ingin membelokkan sejarah.

Menangkap Juga: Fadli Zon Kepret Pemerintah yang Ngotot Tukar Ibu Kota: Hari Gini Masih Mikir Pindah?

Harus lekas dibuat investigasi kenapa tokoh penting KH Hasyim Asy’ari pencetus Resolusi Jihad bisa hilang, sementara yang komunis bisa ada. Ini urusan serius. Ada yang bermaksud membelokkan sejarah , ” tutur Fadli dalam akun Twitter, Selasa (20/4/2021).

Protes keras sebelumnya dilayangkan sejumlah kalangan termasuk NU atas hilangnya nama Mbah Hasyim. NU biar meminta Mendikbud Nadiem Makarim bertanggung jawab atas lenyapnya jejak sejarah tersebut.

Kemendikbud telah merespons berbagai protes itu. Penasihat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid mengatakan, Kemendikbud selalu berefleksi pada sejarah bangsa dan tokoh-tokoh yang ikut membangun Indonesia, tercatat KH Hasyim Asy’ari pada mengambil kebijakan di dunia pendidikan dan kebudayaan.

Menurut dia, museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari di Jombang juga didirikan oleh Kemendikbud. Bahkan, di rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional, Kemendikbud menerbitkan kunci KH Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri .

Mengenai Kamus Memori Indonesia Jilid I, kunci itu disebutnya tidak sudah diterbitkan secara resmi. Sertifikat tidak resmi yang sengaja diedarkan di masyarakat sebab kalangan tertentu merupakan tiruan lunak ( softcopy ) naskah dengan masih perlu penyempurnaan.

“Naskah tersebut tidak pernah saya cetak dan edarkan pada masyarakat, ” katanya.

Lihat Sumber Artikel dalam SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja pas Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait secara tulisan, foto, grafis, gambar, dan keseluruhan isi tulisan menjadi tanggung jawab SINDOnews.